RADAR99NEWS.COM

BATANG HARI — Menindaklanjuti instruksi Bupati Batang Hari, Muhammad Fadhil Arief, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Batang Hari berkolaborasi dengan Puskesmas Maro Sebo Ilir menggelar kegiatan Edukasi dan Penyuluhan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), Kamis (20/8/2026). Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 09.00 WIB ini merupakan wujud nyata program “jemput bola” — menyasar langsung para pekerja di kawasan perkebunan dan industri guna menekan risiko kecelakaan serta mewujudkan komitmen Zero Accident (Nol Kecelakaan).

Kegiatan proaktif ini menyasar kawasan-kawasan krusial, meliputi tenaga kerja di lingkungan PT Indo Sawit Subur, PT Taramitra Indonesia Sejahtera, serta pelaku industri mandiri di sekitar wilayah Maro Sebo Ilir. Mengingat wilayah ini didominasi aktivitas perkebunan berisiko tinggi, penerapan norma keselamatan kerja dipandang bukan sekadar kewajiban formalitas, melainkan fondasi utama peningkatan produktivitas sekaligus perlindungan kesejahteraan keluarga pekerja.

Kepala Puskesmas Maro Sebo Ilir, Ns. Inayah, S.Kep., menegaskan bahwa pendekatan edukasi langsung ke lokasi kerja merupakan langkah paling efektif untuk menumbuhkan kesadaran kolektif agar norma K3 terinternalisasi menjadi budaya kerja sehari-hari.

“Keselamatan para pekerja adalah prioritas tertinggi kami. Melalui aksi jemput bola sesuai arahan Bupati, kami hadir langsung di tengah masyarakat dan kawasan industri untuk memastikan para pekerja memiliki pengetahuan memadai dalam melindungi diri mereka di lingkungan kerja,” ungkap Ns. Inayah di sela-sela kegiatan.

Penyuluhan interaktif ini memfokuskan materi pada empat pilar utama keselamatan kerja:

  1. Identifikasi Potensi Bahaya Pelatihan mengenali risiko spesifik di lokasi kerja, mulai dari pengoperasian alat berat, penanganan bahan kimia pertanian, hingga pengaturan postur tubuh yang ergonomis.
  2. Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) Menanamkan pemahaman bahwa helm, sepatu bot, sarung tangan, dan masker adalah perisai utama pelindung nyawa, bukan sekadar perlengkapan tambahan.
  3. Simulasi Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K) Pelatihan praktis penanganan darurat guna meminimalkan risiko fatalitas sebelum bantuan medis tiba.
  4. Penerapan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) Edukasi pemenuhan gizi seimbang, kebersihan diri, dan istirahat yang cukup guna mencegah Penyakit Akibat Kerja (PAK).

Sinergi yang terjalin antara Dinkes Batang Hari, Puskesmas Maro Sebo Ilir, dan dunia usaha diharapkan mampu menekan angka absensi akibat sakit maupun cedera kerja. Dengan terwujudnya lingkungan kerja yang aman, sehat, dan kondusif, setiap pekerja dapat berangkat mencari nafkah dengan tenang dan pulang kembali ke rumah dalam keadaan selamat.

(Saddan Z Lubis )