BATANG HARI, RADAR99NEWS.COM — Turnamen Camat Cup Domino yang digelar dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia di Kecamatan Maro Sebo Ilir (MSI), Kabupaten Batang Hari, menjadi sorotan.
Sorotan muncul setelah sejumlah peserta mengaku belum menerima hadiah yang sebelumnya dijanjikan panitia yang diduga diketuai oleh sosok yang berinisial AS, meski pertandingan telah selesai.

Terkait penggunaan nama Kecamatan Maro Sebo Ilir dan foto Camat Maro Sebo Ilir pada spanduk kegiatan, hal tersebut disebut hanya sebagai bentuk turut memeriahkan kegiatan. Turnamen ini bukan kegiatan resmi yang dilaksanakan oleh Camat maupun Pemerintah Kecamatan Maro Sebo Ilir.
Turnamen tersebut diduga dikoordinasikan oleh AS sebagai Ketua Panitia. Dalam pelaksanaannya, peserta dikenakan biaya pendaftaran sebesar Rp60 ribu per orang.
Salah seorang peserta yang meminta namanya tidak disebutkan mengatakan, dirinya tertarik mengikuti pertandingan setelah mengetahui hadiah yang dijanjikan panitia. Bahkan, ia mengaku mengikuti pendaftaran hingga empat kali dan akhirnya berhasil meraih salah satu posisi juara.
Namun, hingga kini hadiah yang dijanjikan AS tersebut belum Kunjung diterimanya.
“Saya semangat melihat hadiah yang dijanjikan hingga empat kali mendaftar dan akhirnya mendapat juara. Namun hingga saat ini saya belum juga mendapatkan hadiah yang dijanjikan panitia,” ujarnya.
Menurut keterangan peserta, hadiah yang disampaikan panitia sebelumnya berupa dua unit sepeda listrik untuk juara pertama, dua unit mesin cuci untuk juara kedua, dua unit kompor gas untuk juara ketiga, serta dua unit kipas angin AC untuk juara keempat.
“Hingga pertandingan usai, hadiah untuk juara 2, 3 dan 4 belum diberikan kepada peserta,” katanya.
Camat Maro Sebo Ilir: Bukan Kegiatan Resmi Kecamatan
Sementara itu, Camat Maro Sebo Ilir, ( MSI), Supriadi Harahap SH, saat dikonfirmasi awak media Radar99news.com Pada tanggal 21 September 2026 beliau membenarkan adanya kegiatan domino cup serta memberikan penjelasan terkait pelaksanaan kegiatan tersebut.
Harahap mengatakan bahwa sejak awal dirinya sebenarnya kurang menyetujui pelaksanaan Open Domino Cup tersebut di laksanakan karena sibuk nya persiapan kecamatan hadapi HUT RI. Menurutnya, kegiatan itu tidak tepat digelar bersamaan dengan kesibukan Pemerintah Kecamatan Maro Sebo Ilir dalam mempersiapkan berbagai agenda perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan RI atau 17 Agustus.
“Sebenarnya sudah saya sebutkan kepada AS saya kurang menyetujui kegiatan Open Domino Cup ini diadakan pada bulan agustus apalagi sebelum perayaan HUT RI, karena pihak kecamatan sedang sibuk menghadapi berbagai kegiatan perayaan HUT RI, khususnya 17 Agustus, jika mau mengadakan setelah perayaan HUT RI saja dengan resmi,” jelasnya.
Ia menyarankan agar kegiatan tersebut dilaksanakan setelah rangkaian perayaan HUT Kemerdekaan RI selesai. Namun, AS tetap bersikeras ingin melaksanakan kegiatan tersebut.
“Kalau ingin mengadakan, sebaiknya setelah perayaan kemerdekaan HUT RI saja. Namun AS tetap bersikeras melaksanakan kegiatan tersebut,” ungkapnya camat harahap.
Setelah mempertimbangkan hal tersebut, dirinya akhirnya memberikan izin, namun dengan penegasan bahwa kegiatan tersebut bukan kegiatan yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kecamatan Maro Sebo Ilir.
“Saya mengizinkan, tetapi bukan dari kecamatan yang mengadakan. Maka dari itu, saya tidak mengeluarkan SK panitia dari kecamatan,” tegasnya.
Harahap juga menjelaskan bahwa selama kegiatan berlangsung, dirinya hanya dua kali hadir di lokasi pertandingan, yakni saat pembukaan dan penutupan. Lokasi pertandingan tersebut berada di rumah AS.
Pada malam penutupan, Camat mengaku sempat mempertanyakan kepada AS mengenai hadiah bagi juara kedua, ketiga dan keempat.
“Ketika malam penutupan saya tanyakan kepada saudara AS, mana hadiah yang dijanjikan, kok hanya untuk juara satu hadiah dua sepeda saja?. Juara 2, 3 dan 4-nya mana? Kemudian kata saudara AS, untuk juara 2, 3 dan 4 nanti diberikan pada malam selanjutnya,” tuturnya.
Namun, berdasarkan informasi yang diterima, hingga kini hadiah bagi juara 2, 3 dan 4 tersebut belum diterima oleh peserta.
Harahap Camat Maro Sebo Ilir pun meminta pihak panitia segera menyelesaikan persoalan tersebut.
“harapan Saya, Saya tekankan kembali kepada saudara AS, mohon tuntaskan persoalan ini. Kasihan peserta yang telah berjuang demi mendapatkan juara dan agar masalah ini bisa terselesaikan dengan baik,” tegasnya.
Hingga berita ini diterbitkan, RADAR99NEWS.COM masih berupaya mendapatkan keterangan dari AS selaku pihak yang disebut di duga sebagai ketua panitia atau yang mengkoordinasi kegiatan tersebut, terkait alasan kendala belum diserahkannya hadiah kepada para pemenang.
Redaksi membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi panitia maupun pihak terkait lainnya untuk memberikan penjelasan secara berimbang.
(Tim Redaksi Radar99news.com)







