BATANG HARI, RADAR99NEWS.COM — Tepian Danau Letang, Muara Bulian, Batang Hari, bergemuruh oleh sorak-sorai ribuan masyarakat yang memadati kawasan tersebut, Jumat (25/9/2026).

Antusiasme warga membuncah saat Bupati Batang Hari, Muhammad Fadhil Arief (MFA), secara resmi membuka Lomba Pacu Perahu sekaligus Festival Danau Letang 2026. Perhelatan yang berlangsung selama tiga hari, 25 hingga 27 September 2026, itu menghadirkan kemeriahan olahraga, budaya, hiburan, dan ekonomi kreatif dalam satu kawasan.

Tahun ini, pacu perahu Danau Letang mencatat sejarah baru. Sebanyak 69 tim ambil bagian dalam perlombaan, dengan ratusan atlet dari berbagai daerah di Provinsi Jambi, mulai dari Batang Hari, Muaro Jambi, Kota Jambi, Sarolangun hingga sejumlah daerah lainnya.

Jumlah peserta tersebut menjadi salah satu daya tarik utama festival. Para atlet turun ke lintasan untuk mengadu kekuatan, kecepatan, strategi, dan kekompakan tim di atas perairan Danau Letang.

Sejak pagi, ribuan masyarakat telah memadati tepian danau. Sorakan penonton mengiringi setiap tim yang melaju di lintasan, menciptakan atmosfer pertandingan yang semakin semarak.

Kehadiran masyarakat juga memberikan dampak positif bagi pelaku UMKM. Berbagai stan kuliner dan produk lokal ramai dikunjungi, membuat festival tidak hanya menjadi panggung olahraga dan budaya, tetapi juga ikut menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat.

Hadir dalam pembukaan tersebut Kepala Balai Wilayah Sungai Sumatera VI Jambi, Kepala Balai Benih Ikan Air Tawar Sungai Jambi, Kapolres Batang Hari yang diwakili Kapolsek Muara Bulian, unsur DPRD Batang Hari, Asisten I Setda Batang Hari, sejumlah kepala OPD, Ketua Umum KONI Batang Hari, Lurah Muara Bulian, para Ketua RT Perumnas, serta tamu undangan lainnya.

Mewakili Ketua PODSI Batang Hari, Arba’i mengatakan, kegiatan tersebut memiliki dua tujuan utama, yakni melestarikan warisan budaya sekaligus menjaring bibit-bibit atlet dayung potensial untuk dibina menuju ajang Porda, Porprov hingga kejuaraan nasional.

“Nama Batang Hari sudah dikenal di peta dayung Indonesia, baik pelatih maupun atletnya. Lewat festival ini, kami ingin terus melahirkan wajah-wajah baru yang akan mengharumkan nama daerah,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Arba’i juga menyampaikan permohonan maaf atas ketidakhadiran Ketua PODSI Batang Hari sekaligus Anggota DPRD Kabupaten Batang Hari, Mawardi Harahap.

Menurutnya, Mawardi tidak dapat hadir dalam kegiatan tersebut karena tengah berduka atas berpulangnya saudara kandungnya.

“Semoga Pak Mawardi Harahap senantiasa diberikan kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi masa duka ini,” tuturnya.

Sementara itu, Bupati Batang Hari Muhammad Fadhil Arief menyampaikan apresiasi kepada panitia dan seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan Festival Danau Letang 2026.

“Terima kasih kepada panitia dan seluruh pihak yang telah menghidupkan Festival Danau Letang. Semoga berjalan lancar dan kelak menjadi agenda tahunan yang menetap, masuk dalam kalender resmi budaya dan olahraga Batang Hari,” tegas Fadhil.

Fadhil juga melihat Danau Letang memiliki potensi lebih besar dari sekadar lokasi perlombaan. Menurutnya, kawasan tersebut dapat dikembangkan sebagai ruang pembinaan generasi muda, termasuk menjadi tempat praktik bagi mahasiswa Fakultas Olahraga dan Kesenian Universitas Jambi.

“Tempat ini akan menjadi ladang praktik, tempat menempa generasi yang tangguh. Pacu perahu mengajarkan satu kebenaran: orang tangguh itu selalu optimis, berprasangka baik, dan yakin Tuhan akan mengubah takdir seiring usaha yang sungguh-sungguh,” pesannya.

Usai membuka festival, Fadhil bersama Kapolsek Muara Bulian, Ketua KONI Batang Hari, serta sejumlah kepala OPD mengitari Danau Letang menggunakan perahu yang dikawal personel Polairud Polda Jambi.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pelepasan 20.000 ekor bibit ikan ke perairan Danau Letang. Setelah itu, Fadhil secara resmi mengibarkan bendera sebagai tanda dimulainya perlombaan pacu perahu.

Selain pacu perahu, Festival Danau Letang 2026 juga diramaikan berbagai kegiatan lainnya, mulai dari lomba mewarnai, pertunjukan seni dan musik, hingga stan UMKM Kuliner Nusantara.

Ribuan masyarakat yang memadati kawasan festival membuat suasana semakin hidup. Anak-anak, generasi muda, hingga orang tua terlihat menikmati berbagai rangkaian kegiatan sembari memberikan dukungan kepada tim-tim yang berlaga.

Perpaduan olahraga, budaya, hiburan, dan ekonomi kreatif menjadikan Festival Danau Letang 2026 lebih dari sekadar perlombaan. Gelaran ini menjadi ruang interaksi masyarakat sekaligus panggung untuk memperkenalkan potensi daerah.

Dengan keikutsertaan 69 tim dan antusiasme ribuan masyarakat, Festival Danau Letang 2026 menjadi momentum penting bagi Batang Hari dalam mendorong pengembangan olahraga dayung, menjaga tradisi budaya, sekaligus membuka ruang pertumbuhan bagi ekonomi kreatif masyarakat.

Danau Letang pun menunjukkan potensinya sebagai salah satu ruang publik dan destinasi kegiatan daerah, tempat olahraga, budaya, kreativitas, serta kebersamaan masyarakat berpadu dalam satu perhelatan besar.

(Takin/Radar)