BATANGHARI — Di tengah ancaman Karhutla yang masih membayangi sejumlah wilayah, Kabupaten Batanghari memperkuat barisan. TNI, Polri, pemerintah daerah, BPBD, Manggala Agni, Forkopimda hingga jajaran terkait duduk bersama menyatukan langkah untuk mencegah meluasnya kebakaran dan mewujudkan Jambi Bebas Asap.

Rapat koordinasi (Rakor) penanganan Karhutla yang berlangsung di Kabupaten Batanghari tersebut menjadi momentum untuk memperkuat sinergi dan kesiapsiagaan seluruh unsur dalam menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan.

Rakor dihadiri Komandan Korem 042/Gapu, Direktur Samapta Polda Jambi, Bupati Batanghari beserta jajaran, Kepala BPBD, Forkopimda Kabupaten Batanghari, Manggala Agni, serta sejumlah pejabat dan instansi terkait.

Pembahasan difokuskan pada langkah penanganan dan pencegahan Karhutla, khususnya di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Sultan Thaha Syaifuddin (STS) dan sejumlah wilayah lainnya yang memiliki potensi kerawanan Karhutla di Kabupaten Batanghari.

Dalam Rakor tersebut, seluruh unsur sepakat bahwa penanganan Karhutla tidak dapat dilakukan secara parsial. Diperlukan koordinasi yang kuat, kesiapsiagaan personel, deteksi dini, respons cepat serta keterlibatan seluruh pihak agar setiap potensi kebakaran dapat segera ditangani sebelum meluas.

Komitmen bersama juga diarahkan untuk menjaga kawasan hutan dan lingkungan sekaligus melindungi masyarakat dari dampak Karhutla, terutama kabut asap yang dapat mengganggu kualitas udara dan aktivitas warga.

Semangat “Jambi Bebas Asap” menjadi komitmen yang ditegaskan dalam koordinasi tersebut. Namun, target tersebut membutuhkan keseriusan dan konsistensi seluruh pihak, mulai dari pemerintah, aparat TNI-Polri, petugas pemadam, instansi teknis hingga masyarakat.

Dengan sinergi yang semakin kuat, penanganan Karhutla di Kabupaten Batanghari diharapkan dapat dilakukan secara lebih cepat, terukur dan efektif, sehingga ancaman kebakaran dapat ditekan dan masyarakat tetap aman dari dampak kabut asap. Red***)