BATANGHARI — RADAR99NEWS.COM — Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menyelimuti sejumlah wilayah Kabupaten Batanghari, Provinsi Jambi. Kondisi tersebut mulai menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat karena kualitas udara yang menurun berpotensi mengganggu aktivitas sehari-hari serta kesehatan warga.

Asap yang semakin pekat di sejumlah titik juga membuat jarak pandang menurun dan menimbulkan bau menyengat sisa pembakaran. Kekhawatiran terbesar dirasakan terhadap anak-anak, lanjut usia, serta masyarakat yang memiliki kerentanan terhadap gangguan pernapasan.
Di tengah kondisi tersebut, masyarakat memberikan apresiasi terhadap langkah cepat Pemerintah Kabupaten Batanghari bersama Satgas Karhutla dalam menangani titik-titik kebakaran. Upaya pemadaman yang terus dilakukan di lapangan dinilai menunjukkan keseriusan pemerintah dalam mengendalikan karhutla dan melindungi masyarakat dari dampak asap.
Namun, warga berharap penanganan di lapangan tidak berhenti pada pemadaman api. Selama kualitas udara masih belum membaik, langkah perlindungan terhadap masyarakat juga dinilai perlu diperkuat, terutama bagi anak-anak yang setiap hari harus beraktivitas di lingkungan sekolah.
Salah satu aspirasi yang kini mengemuka adalah pemberlakuan kelonggaran pembelajaran secara daring bagi siswa di wilayah yang terdampak asap. Kebijakan belajar dari rumah dinilai dapat menjadi langkah preventif apabila kondisi udara memang sudah tidak aman untuk aktivitas belajar di luar rumah.
Selain persoalan pendidikan, masyarakat juga berharap pemerintah mengeluarkan imbauan yang lebih tegas agar warga mengurangi aktivitas di luar ruangan selama kabut asap masih pekat. Anak-anak, lansia, serta kelompok rentan lainnya diharapkan menjadi prioritas dalam perlindungan kesehatan.
Warga juga meminta operasi penanganan karhutla terus diperkuat. Pemadaman melalui jalur darat maupun dukungan udara, termasuk water bombing apabila diperlukan, diharapkan dapat dilakukan secara terukur terhadap titik api yang masih aktif sehingga kebakaran tidak kembali meluas.
Di sisi lain, penegakan hukum terhadap pihak yang terbukti melakukan pembakaran lahan secara ilegal juga dinilai penting. Masyarakat berharap siapa pun yang terbukti melanggar dapat diproses sesuai ketentuan hukum tanpa pandang bulu, sehingga memberikan efek jera dan mencegah terulangnya kejadian serupa.
Aspek kesehatan masyarakat pun menjadi perhatian. Warga berharap pemerintah dapat memperkuat layanan kesehatan di wilayah terdampak, termasuk menyediakan posko kesehatan dan bantuan masker yang sesuai untuk mengurangi paparan asap.
Masyarakat menegaskan bahwa persoalan karhutla bukan hanya mengenai api yang harus dipadamkan, tetapi juga mengenai keselamatan warga yang terdampak asap. Karena itu, respons pemerintah diharapkan berjalan dalam dua arah sekaligus: memadamkan sumber kebakaran dan melindungi masyarakat selama kualitas udara belum kembali normal.
Warga mengapresiasi kerja keras Pemkab Batanghari dan Satgas Karhutla yang telah turun ke lapangan. Namun, apresiasi tersebut sekaligus disertai harapan agar langkah konkret terus dilakukan secara cepat, terukur, dan berkelanjutan.
Bagi masyarakat Batanghari, udara bersih bukan sekadar harapan, melainkan kebutuhan mendasar. Mereka berharap kondisi kabut asap segera berakhir sehingga anak-anak dapat kembali belajar dengan aman, masyarakat dapat beraktivitas secara normal, dan ancaman gangguan kesehatan akibat paparan asap dapat diminimalkan.
( Saddan Z Lubis )







