RADAR99NEWS.COM 

BATANGHAR  — Kabar memilukan datang dari keluarga korban dugaan perundungan di SMAN 5 Batanghari, Kecamatan Bajubang, Kabupaten Batanghari. Sang ibu mengaku anaknya kini diliputi trauma mendalam hingga berniat kembali pindah sekolah ke Jawa Barat, karena tidak lagi merasa aman menapakkan kaki di lingkungan sekolah. Perkembangan ini semakin mengusik hati nurani publik yang menuntut keadilan nyata bagi korban.

Senin (24/8/2026), keluarga korban membuka suara mengenai kondisi psikologis anaknya yang semakin memburuk pasca-peristiwa. Ketakutan sang anak berakar pada kenyataan bahwa pihak yang diduga terlibat dalam perundungan tersebut masih terlihat beraktivitas di sekolah.

“Pelaku juga masih berkeliaran. Sabtu mereka masih sekolah, anakku nggak berani sekolah lagi,” ungkap sang ibu dengan nada getir.

Kekhawatiran ini mendorong keluarga mempertimbangkan langkah berat: memindahkan sang anak kembali ke sekolah di Jawa Barat. Sebuah keputusan yang diambil bukan tanpa alasan, melainkan karena rasa aman yang seharusnya diberikan sekolah telah hilang sama sekali.

“Tolong Pak, kawal kasus ini. Anakku sampai mau pindah sekolah ke Jawa Barat lagi saking traumanya,” pintanya dengan penuh harap.

Keprihatinan keluarga korban segera mendapat dukungan. Organisasi Persatuan Wartawan Republik Indonesia (PWRI) menyatakan kesiapan untuk ikut mengawal perjuangan keluarga korban dalam memperoleh keadilan.

“Siap, Bu. Kita tuntut keadilan,” demikian pernyataan dukungan yang disampaikan kepada keluarga.

Keluarga pun menegaskan harapan agar kasus ini tidak sekadar menjadi perbincangan sesaat, melainkan ditindaklanjuti secara serius oleh pihak sekolah, Dinas Pendidikan, kepolisian, serta seluruh pihak berwenang sesuai kewenangan masing-masing. Keselamatan dan kondisi psikologis korban harus menjadi prioritas utama.

Peristiwa ini kembali menyadarkan kita bahwa sekolah seharusnya menjadi ruang yang aman untuk tumbuh, bukan tempat yang membuat seorang anak gemetar ketakutan setiap pagi. Publik kini menanti langkah konkret dari pihak berwenang untuk memastikan keadilan ditegakkan dan lingkungan sekolah benar-benar bersih dari segala bentuk kekerasan.

Redaksi Radar99news.com, yang juga merupakan salah satu pengurus organisasi PWRI, akan terus mengawal perkembangan kasus ini dan tetap membuka ruang bagi semua pihak untuk menyampaikan keterangan secara berimbang.

Bagi keluarga korban, ini bukan sekadar berita. Ini menyangkut masa depan, harga diri, kesehatan mental anak, serta hak seorang anak untuk belajar tanpa rasa terintimidasi.

(Tim Red****)