MUSDES REMBUK STUNTING 2026: DESA MALAPARI SUSUN RENCANA BERSAMA TEKAN ANGKA KEKURANGAN GIZI KRONIS
Radar99news.com, BATANG HARI – Musyawarah Desa (Musdes) Rembuk Stunting 2026 dengan fokus penyusunan perencanaan dan penanganan stunting secara terpadu sukses digelar di Desa Malapari, Kecamatan Muara Bulian, Kabupaten Batanghari, Jambi, Senin (13/7/2026). Acara ini menegaskan komitmen seluruh elemen masyarakat untuk melahirkan generasi penerus desa yang sehat, cerdas, dan berkarya melalui pemenuhan imunisasi lengkap, asupan gizi seimbang, sanitasi layak, serta pola asuh yang tepat.

Kegiatan Musdes ini dihadiri oleh perwakilan Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Pemerintah Desa Malapari, Babinsa, Bhabinkamtibmas, ketua RT, Tokoh Masyarakat (Tomas), Tokoh Agama (Toga), Tokoh Adat (Todat), guru TK dan PAUD Desa Malapari, Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB), Pendamping Desa (PD), Pendamping Lokal Desa (PLD), Kepala Puskesmas, Kepala Pustu, serta berbagai tamu undangan lainnya.

Sambutan Ketua BPD: Komitmen Bersama Mulai dari Musyawarah
Acara secara resmi dibuka oleh Ketua BPD Desa Malapari Bapak Ismal Baini SH,I. Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa Musdes Rembuk Stunting adalah langkah paling tepat untuk menyatukan pandangan seluruh warga dan pemangku kepentingan sebelum memutuskan program prioritas.
“Stunting bukan hanya urusan kesehatan semata, melainkan tanggung jawab kita semua sebagai warga desa. Musyawarah ini menjadi bukti keseriusan kita untuk mencari solusi yang paling pas dengan kondisi Desa Malapari. Keputusan yang diambil hari ini akan menjadi dasar kuat kita bergerak bersama,” ujarnya.
Harapan PLH Kepala Desa: Dukungan Bersama Kunci Keberhasilan
Pelaksana Harian (PLH) Kepala Desa Malapari Daniel Febrian S.Kom menyambut baik antusiasme peserta yang hadir. Ia berharap sinergi antar seluruh pihak yang terjalin dalam acara ini mampu menjadi pendukung utama untuk menekan angka stunting di desa setempat.
“Kami sangat berterima kasih atas kehadiran dan dukungan Bapak Ibu sekalian. Dengan kerjasama yang erat seperti ini, saya yakin target kita menurunkan angka stunting di Desa Malapari akan tercapai sesuai harapan,” harapnya.
Sekcam Muara Bulian: Kesepakatan Masuk Dokumen Perencanaan Resmi
Kecamatan Muara Bulian diwakili Sekretaris Camat (Sekcam) menyampaikan bahwa Musdes Rembuk Stunting merupakan agenda rutinitas tahunan yang sangat penting.
“Hasil kesepakatan yang kita capai hari ini wajib kita masukkan ke dalam rancangan Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKP) Desa Malapari. Kuncinya ada pada kesepahaman kita bersama, agar program penanganan stunting berjalan teratur dan target penurunan angka stunting di desa ini bisa terwujud,” tegas Sekcam.
Mahpud, S.Pd.I: Tetapkan Prioritas Sebelum Realisasi
Korkab Pendamping Desa PD Kecamatan Muara Bulian Mahpud, S.Pd.I menjelaskan tahapan penanganan stunting yang harus dijalankan.
“Kita harus mengetahui dulu apa saja prioritas penanganan stunting di Desa Malapari, baru kemudian merencanakan cara merealisasikannya. Penanganan stunting meliputi dua faktor utama: faktor pemicu sensitif seperti pelayanan kesehatan dan gizi, serta faktor pendukung khusus seperti ketersediaan air bersih, sanitasi, dan pendidikan gizi. Setelah prioritas disepakati bersama, barulah kita masukkan ke dalam RKP. Semua ini butuh kolaborasi terpadu dan sinergi antar pihak agar program berjalan efektif,” jelasnya.
Ia juga mengingatkan terkait keterbatasan anggaran Desa: “Banyak kegiatan yang belum terlaksana karena efisiensi dan keterbatasan dana desa. Maka kita harus bijak menyusun skala prioritas: apa yang paling mendesak dibutuhkan warga dan kader kesehatan untuk penanganan stunting, itulah yang harus kita anggarkan terlebih dahulu.”
Data Terkini dan Upaya Penanganan Desa
Pemaparan data kondisi stunting di Desa Malapari disampaikan Kepala Pustu setempat Azhariah, Am.Keb.
“Berdasarkan data Januari 2026, jumlah balita yang mengalami stunting di Desa Malapari tercatat sebanyak 16 orang, dengan 2 orang lainnya mengalami obesitas. Dari total 175 balita di Wilayah Posyandu Cempaka 1, yang hadir pada pemantauan terakhir sebanyak 36 orang, sedangkan di Posyandu Cempaka Dua dari 22 balita yang ada, hadir 5 orang per Juni 2026,” paparnya.
Ia menambahkan, selama ini pihak desa sudah berupaya melakukan berbagai langkah penanganan antara lain: sosialisasi pentingnya stunting, pemberian makanan tambahan bergizi, penyuluhan kesehatan dan gizi, serta pemantauan tumbuh kembang balita secara berkala.
Musyawarah Berjalan Lancar, Ditutup Do’a
Seluruh peserta berpartisipasi aktif dalam sesi musyawarah, menyampaikan usulan program prioritas, dan menyepakati langkah-langkah penanganan stunting yang akan dimasukkan ke dalam RKP Desa Malapari tahun berjalan.
Acara kemudian ditutup dengan pembacaan doa demi keberhasilan program yang telah disepakati, serta dilanjutkan sesi foto bersama seluruh peserta Musdes Rembuk Stunting 2026. (Red*)







