RADAR99NEWS.COM

 

BATANG HARI — Asap hitam pekat membumbung tinggi ke angkasa, nyala api melahap habis seketika. Pemandangan mengerikan itu terjadi di RT 29 Desa Bungku, Kecamatan Bajubang, Kabupaten Batanghari, Minggu (23/8/2026) sekitar pukul 12.00 WIB. Sebuah bangunan rumah diduga disulap menjadi gudang penampungan minyak hasil penambangan liar hangus terbakar rata.

Kobaran api merambat luar biasa cepat, diduga diperparah tumpukan minyak mentah yang tersimpan melimpah di dalamnya. Rekaman peristiwa ini menyebar kilat di media sosial, mengguncang warga yang menyaksikan betapa berbahayanya praktik penambangan ilegal yang beroperasi di tengah pemukiman.

Berdasarkan informasi yang dihimpun warga, bangunan yang terbakar itu diduga milik warga bernama Inisial “UT”. Namun yang mengundang tanda tanya besar, aliran pasokan minyak yang ditampung di lokasi disinyalir berkaitan erat dengan sosok berinisial “ST” tokoh tersebut yang kabarnya masih masuk dalam daftar orang yang dicari kepolisian. Nama yang sama, kembali muncul dalam persoalan yang sama.

Satu hal yang kini juga menjadi sorotan: hingga berita ini diturunkan, belum ada kepastian apakah aparat penegak hukum sudah turun ke lokasi. Belum terpasang garis polisi, belum ada keterangan resmi. Padahal, kebakaran ini adalah bukti nyata bahaya yang mengancam keselamatan warga setiap hari.

Masyarakat kini menuntut jawaban tegas dan tiga hal wajib diungkap:

  • Dari mana asal minyaknya? Telusuri jalur pasokan dan sumur liar yang menyuplai gudang maut ini.
  • Apa penyebab kebakaran? Ungkap pemicu api di lokasi berbahaya itu secara terbuka.
  • Siapa yang bertanggung jawab? Usut tuntas pemilik dan penyuplai, serta segera tangkap sosok yang masih berstatus DPO tersebut.

Publik menantikan langkah nyata, bukan sekadar pengawasan yang hilang di tengah kepungan asap.”Hingga berita ini diturunkan, pihak “UT” dan “ST” belum memberikan respons saat dikonfirmasi.”

Penulis :

Team Redaksi Radar99news.com