RADAR99NEWS.COM

BATANG HARI — Pondok Pesantren (Ponpes) Irsyadul ‘Ibad, yang beralamat di Jalan Jambi–Muara Bulian KM 41, Desa Simpang Kubu Kandang, Kecamatan Pemayung, Kabupaten Batang Hari, Provinsi Jambi, mengumumkan pelaksanaan kunjungan Wali Santri Baru Tahun Pelajaran 2026/2027. Kegiatan dijadwalkan berlangsung pada Selasa, 18 Agustus 2026, tepat empat puluh hari setelah santri baru resmi masuk ke lingkungan pondok pada 9 Juli 2026.

Ponpes Irsyadul ‘Ibad senantiasa berkomitmen menjaga mutu pendidikan dan pembinaan berkelanjutan guna mewujudkan santri yang berilmu, berakhlak mulia, serta mandiri. Di bawah kepemimpinan Pimpinan Pondok Ummi Hj. Raden Roro Fatimah dan didampingi Pengasuh Pondok Gus Abdul Majid Rouyani, S.Pd.I., pembinaan rohani dan akademik terus ditingkatkan demi kualitas tumbuh kembang santri secara menyeluruh.

Hj. Raden Roro Fatimah menjelaskan pada pertemuan yang lalu bahwa Penetapan masa kunjungan setelah empat puluh hari kepergian anak dari rumah bukanlah tanpa makna. Jangka waktu ini adalah masa emas pembentukan karakter. santri ditempa kemandirian, dilatih kedisiplinan, dan dibangun keteguhan hati untuk teguh menempuh jalan ilmu.

Lanjut nya, Kerinduan yang wajar dirasakan kedua belah pihak baik itu santri dan wali santri, namun justru di sanalah letak hikmahnya: Rubah rindu itu menjadi doa, dengan selalu melangitkan do’a semoga anak ibu bapak menjadi anak yang soleh dan salehah, jangan sampai kerinduan ibu bapak menjadi alasan untuk melemahkan langkah. Selama masa itu, kasih sayang orang tua dipersembahkan melalui lisan yang tak henti berdoa, dan kerinduan anak diubah menjadi kekuatan untuk bersabar dan berjuang.

Pemutusan pertemuan sementara yang telah kita laksanakan kemarin selama 40 Hari, bertujuan agar santri sepenuhnya berkonsentrasi menata diri, menyesuaikan kehidupan bersama, dan menumbuhkan kemandirian mental yang kokoh, bekal berharga bagi masa depan mereka. Alhamdulillah sekarang ibu bapak para wali santri bisa melepaskan kerindua yang tertunda, dan teruslah mendoakan anak nya agar diberikan kemudahan dan semangat dalam menuntut ilmu. Tutupnya

 

Menyikapi kebijakan masa penundaan kunjungan ini, beberapa orang tua wali santri ketika ditemui awak media Radar99news.com yang enggan disebutkan nama nya, menyampaikan perasaannya yang penuh keikhlasan berbalut kerinduan mendalam. Setuju dengan keputusan yang telah ditentukan pesantren dan sekarang 40 hari telah usai kerinduan terobati.

Dari beberapa wali santri Ketika ditemui awak media salah satu orang tua wali santri bersedia di wawancarai

Bapak Takin salah satu wali santri Baru di PP Irsyad mengutarakan mendukung Penuh atas keputusan pihak pondok 40 hari tiada bertemu anak, karena mengubah kebiasaan rumah anak itu tidak mudah apalagi seorang anak yang baru menyelesaikan Sekolah Tingkat Dasar.

“Pertemuan yang tertunda sementara kemarin, sungguh kami dukung sepenuh hati. Meski berat rasanya merelakan rindu ini tak segera tersampaikan lewat pertemuan mata, namun kami sadar sepenuhnya: mengubah kebiasaan anak yang selama ini nyaman di sisi orang tua, tidaklah mudah. Perlu waktu, kesabaran, dan keteguhan yang ditempa perlahan. Maka, biarlah dalam empat puluh hari pertama ini, pihak pondok bekerja keras membimbing, melatih, dan membentuknya hingga kebiasaan lama tergantikan dengan kebiasaan baru yang mulia, hingga para santri menjadi santri yang mampu mandiri, teguh, dan biasa melangkah di jalan-Nya tanpa terus berpangku pada kenyamanan rumah dan orang tua, Rindu ini kami simpan dalam doa, semoga setiap detik perpisahan kemarin itu,  menjadi tempaan yang membentuknya menjadi pribadi yang lebih kuat, lebih berilmu, dan lebih dicintai oleh Allah SWT. dan Alhamdulillah 40 hari tanpa bertatap muka sekarang telah terlewati, tiba waktunya kunjungan para wali santri untuk melepaskerinduan kami kepada anak” ujarnya semoga ucapan menjadi Do’a.

Ungkapan tulus ini menjadi cerminan keikhlasan orang tua yang melepaskan kasih sayangnya bukan karena tidak sayang, melainkan karena ingin anaknya tumbuh menjadi pribadi yang lebih baik. Rindu yang ditahan, justru menjadi doa yang naik lebih tinggi dan melindungi anak di perantauan ilmu.

Pihak pengurus menetapkan sejumlah ketentuan yang wajib dipatuhi seluruh wali santri:

1. Melengkapi administrasi atau kewajiban lainnya bagi yang belum lengkap.

2. Pertemuan dilaksanakan di lingkungan pondok; santri tidak diperkenankan diantar pulang atau keluar lingkungan saat kunjungan.

3. Dilarang membawa atau mengantar santri pulang pada hari kunjungan.

4. Selama kunjungan dilarang meminjamkan alat komunikasi dan kendaraan bermotor kepada santri.

5. Seluruh wali santri diharapkan menjaga kebersihan lingkungan pondok dengan prinsip tidak membuang sampah sembarangan.

Pimpinan beserta Pengasuh Ponpes Irsyadul ‘Ibad menyampaikan pesan penuh kelembutan sekaligus ketegasan kepada para wali santri. Dijelaskan bahwa kerinduan anak kepada orang tua adalah hal yang wajar dan tanda kasih sayang yang tulus, bukan tanda ketidaksukaan di pondok. Namun ungkapan kasih sayang yang berlebihan atau pertanyaan yang melemahkan semangat justru dapat menggoyahkan keteguhan hati yang sedang dibangun dengan susah payah.

“Jangan membandingkan kenyamanan rumah dengan kehidupan di pondok. Tujuan pendidikan pesantren bukan semata-mata kenyamanan, melainkan membangun kemandirian, ketahanan mental, dan ketakwaan kepada Allah SWT. Kerinduan itu biarkan menjadi doa, bukan menjadi alasan untuk melemahkan tekad anak. Berikanlah doa dan kepercayaan penuh kepada Allah SWT serta para pendidik yang merawatnya di sini.”

Kerja sama dan kepercayaan antara wali santri dan pihak pondok menjadi kunci keberhasilan pendidikan. Mari jaga perjuangan anak kita dengan doa tulus, dukungan yang menguatkan, dan kepercayaan yang utuh. Semoga pertemuan kelak menyatukan hati yang makin teguh, makin berilmu, dan makin dicintai oleh Allah SWT.

Dengan terlaksana nya kunjungan ini, diharapkan kunjungan berjalan tertib, aman, dan penuh keberkahan, serta semakin mempererat kerja sama yang harmonis antara pihak pondok dan orang tua santri demi masa depan putra-putri yang gemilang.

Penulis : Saddan Z Lubis